for you girls !

By cevalavenjaarahita on October 6, 2012

hey you girls , pasti temen-temen cewe pada rajin merawat dan memperhatikan badannya dibandingkan dengan temen-temen cowo ? iya kan ? merawat tubuh itu penting bagi para ladies , baik yang tua maupun remaja seperti kita-kita ;) nah , postingan saya kali ini membahas tentang segala hal yang berkaitan dengan spa . dan kebetulan mama saya berbisnis home spa dengan merk ” LA’VENJA HOME SPA” ya memang nama itu diambil dari nama panjang saya hehe ..

di home spa ini , selain menawarkan berbagai macam jasa relaxasi , juga menawarkan alat-alat maupun bahan-bahan untuk spa diantaranya adalah lulur badan , lulur mandi , ear candle , rempah mandi , body butter , ratus rebus , ratus v , teh daun jati cina , teh daun jati belanda , aromatherapi , sabun mandi , sabun rempah dan masih banyak yang lainnya juga loh

berikut ini ada contoh label dari barang-barang untuk spa :

itu adalah sedikit gambar dari label la’venja home spa . seelain mudah digunakan dirumah , produk-produk spa tersebut  juga banyak manfaatnya bagi tubuh diantaranya bisa dijadikan sebagai bahan refleksi , mengembalikan kondisi tubuh , mempercantik diri dan masih banyak manfaat lainnya . home spa ini juga bisa menjadi peluang bisnis , kita bisa menjualnya secara eceran . bisa dijual di mobil-mobil dan produk spa inisudah bersertifikasi dari bpom maupun dinas kesehatan .

Categories: Uncategorized | Leave a comment

La’Venja

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Musik Keroncong Punya Siapa

Musik Keroncong…Siapa Punya…?


http://www.tjroeng.com/wp-content/uploads/2008/11/6sapu-lidi-lilik-jascee.jpg

Lilik Jascee

Masih sering kita mendengar pendapat yang menyatakan bahwa musik keroncong adalah jenis musik yang berasal dari Portugis. Pendapat itu terlontar karena banyak sebagian dari mereka yang hanya ikut-ikutan untuk menyatakan pendapat tersebut tanpa mau tahu atau berusaha untuk mengetahui sejarah musik keroncong itu sendiri.

Berbicara mengenai musik keroncong memang tidak bisa meninggalkan pengaruh bangsa Portugis karena yang memperkenallkan musik diatonis pada bangsa Indonesia itu kemungkinan besar adalah bangsa Portugis,dimulai dari kedatangan bangsa Portugis dikepulauan Indonesia sebelum abad XVI untuk mengadakan perdagangan, terutama di kepulauan Maluku yang merupakan pusat rempah-rempah. Bangsa Portugis juga mengikutsertakan bangsa dari benua asia lain diantaranya bangsa India,bangsa Melayu dan Ceylon yang dijadikan sebagai budak-budak mereka,yang dikemudian hari ada yang membentuk keluarga dengan orang-orang Portugis itu sendiri dan yang pada akhirnya keturunan dari mereka disebut Indo Portugis atau Portugis Hitam yang nantinya mereka sebut dengan istilah Mardykers,yang mana mereka sering memainkan pertunjukan musik untuk mengisi waktu-waktu luang mereka. Dengan alat-alat yang mereka bawa ataupun mereka bikin sendiri dikampung mereka,seperti Rebana,Mandolin,Gitar,Ukulele dan juga alat-alat perkusi semacam tamborin,,triangle dll.

Asal-muasal nama “keroncong” sendiri sampai saat ini memang tidak begitu jelas. Ada beragam pendapat mengenai sebutan atau istilah ‘keroncong’.meskipun pada kenyataannya sampai saat ini masih sangat kabur dikarenakan memang sangat sulit untuk menemukan tulisan-tulisan mengenai literature yang membahas masalah musik keroncong.

Ada yang berpendapat bahwa nama “keroncong” itu dari nama alat musik semacam gitar kecil /ukulele dari Polynesia yang disebut “Crouco”.Ada juga yang berpendapat nama keroncong itu dari bunyi suara gelang kaki penari ngremo dari Madura. Sedangkan kalau penulis sendiri lebih setuju pada pendapat yang menyatakan bahwa nama “keroncong” itu adalah diambil dari terjemahan bunyi Ukulele yang dimainkan secara rasgueado atau dengan cara digaruk sehingga menimbulkan bunyi crong…crong..ken crong..karena ini seperti kebiasaan orang Indonesia yang menamakan sesuatu sering dikaitkan dengan bunyi yang dihasilkan dari medium tersebut,sama seperti halnya musik dangdut yang diambil dari bunyi gendangnya.

Dengan adanya pengaruh dari bangsa Portugis seperti yang terurai diatas apakah kita lantas menerima begitu saja kleim yang menyatakan bahwa musik keroncong yang indah yang kita nikmati sampai saat ini adalah musik yang berasal dari Portugis..? ataukah kita sependapat dengan pandangan para pendahulu kita yang tampaknya bangga dengan mengaku musik keroncong berasal dari Portugis….

Oleh Liliek Jascee

Diposkan oleh Gunadi Setyo. R

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Keroncong dan Perkembanganya

 

Pendidikan dan Kebangkitan Keroncong

Posted on July 30, 2011 by
 

Cak Cuk edisi 13

Cara kita memandang, menentukan cara kita menanggapinya. Demikian dinyatakan oleh seorang bijak dalam bukunya.
Sudut pandang kita terhadap Negara, sudut pandang kita terhadap masyarakat akan menentukan sikap-sikap kita selanjutnya terhadap persoalan yang muncul. Ketika Negara dipandang sebagai asset ekonomi, maka pengelola Negara akan menjadikan seluruh potensi yang ada sebagai asset ekonomi semata-mata yang sifatnya sesaat. Ketika Masyarakat dipandang sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan, maka pengelola Negara akan menjadikan masyarakat atau warganegaranya sebagai bagian dari mesin industry yang jika tidak berfungsi bisa segera dibuang.
Berbicara tentang Negara dan Bangsa tidak bisa dilepaskan dari upaya membangun sudut pandang tersebut. Seperti dinyatakan oleh Menteri Pendidikan, bahwa �Anak Bangsa ini Harus Diisi Mental Kebangsaan� menyikapi menurunnya sikap nasionalisme yang terjadi di Indonesia sebagai gejala lemahnya pemahaman prinsip-prinsip dasar bernegara. Namun demikian, sebagai bangsa dan sebagai Negara kita tidak boleh larut dalam kondisi terpuruk dan terdegradasi.
Momentum kebangkitan 20 Mei seharusnya menjadi titik tolak bagi kebangkitan baru Indonesia.

Pendidikan : akar kebangkitan keroncong
Setiap pohon dikenal dari buahnya. Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Demikian halnya dengan pendidikan. Pendidikan yang baik tentunya akan menghasilkan lulusan atau manusia yang baik, dan pendidikan yang buruk tidak akan menghasilkan manusia yang baik.
Bagaimana dengan keroncong? Banyak orang menyesalkan mengapa keroncong tidak pernah bangkit dan cenderung berhenti jalan di tempat. Namun, bisa kita lihat, berapa jumlah pelatihan music yeng mengajarkan keroncong? berapa sekolah yang menjadikan keroncong sebagai salah satu materi pelajarannya? Dan berapa orang pegiat keroncong yang mau berbagi ilmunya berkeroncong?
Pertanyaan demi pertanyaan gugatan akan terus mengalir.
Di saat gugatan tiada terjawab, setahun lalu Indonesia disentakkan dengan meninggalnya sang maestro keroncong, Gesang. Tepat di hari Kebangkitan Nasional. Momentum Kebangkitan Nasional seolah dijadikan oleh Gesang sebagai gugatannya bagi pegiat keroncong nasional. Bahwa, Gesang butuh kawan, Gesang butuh karya-karya baru yang bisa menemani lagu-lagu ciptaannya.
Sepeninggal Andjar Any, Kelly Puspito dan Gesang, lagu-lagu keroncong baru praktis terhenti. Dan situasi ini akan berlanjut jika tidak ada penyikapan baru, tidak ada sudut pandang baru terhadap music keroncong.
Generasi muda dengan basis music keroncong telah dirintis, entah melalui Klanthink sang juara Indonesia Mencari Bakat 2010, Liwet (keduanya dari Surabaya), lalu ada Iblis daro Solo, Rinonce (Jogjakarta), Batavia Mood dan Mardijkers Junior (Jakarta), dan mungkin masih banyak lagi kelompok music keroncong yang ada namun tidak terpublikasikan.

Gairah Baru Keroncong
Geliat music keroncong melalui generasi muda saat ini sudah dimulai. Hal ini dimulai dari persoalan yang sama yakni generasi muda bermain keroncong membutuhkan suasana, membutuhkan komunitas yang bisa saling meneguhkan. Dan pada titik tertentu music keroncong bisa menjadi vocation yang akan menuntun pada kebangkitan baru. Kebangkitan Keroncong dan juga Kebangkitan Indonesia.

Sumber : Buletin Tjroeng [  http://www.tjroeng.com/ ]

Bandung, West Java, Indonesia
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Categories: Uncategorized | Leave a comment

GELIAT KERONCONG NUSANTARA

Posted on May 17, 2012 by
 

Katanya sedang di Palembang,” demikian sebuah pesan yang ada dalam laman facebook personel Tjroeng. Pesan itu membuat terhenyak, terlebih setelah tahu bahwa yang meninggalkan pesan adalah anak muda, kuliah memasuki semester kedua. Dari obrolan yang terjadi, Tim Tjroeng mendapat undangan untuk bisa datang pada acara Keroncong Lovers yang disiarkan langsung oleh Sriwijaya TV, pada pukul 21:00 setiap hari Selasa.

Sepanjang 1 (satu) jam, menikmati keroncong secara live di studio Sriwijaya TV, cukup memberikan arti setidaknya bagi kota Palembang dan sekitarnya. Terlebih, dengan tampilnya Bunga (18 tahun) sebagai penyanyi keroncong member suasana tersendiri. Mahasiswi semester 2 di Universitas PGRI Palembang tersebut menunjukkan bahwa, generasi muda di kota Palembang sudah mulai terlibat dalam usaha menghidupkan keroncong. Setidaknya prestasi Bunga, sebagai juara pertama festival lagu keroncong tingkat mahasiswa layak untuk dijadikan tonggak bangkitnya keroncong di Palembang.

Keroncong Antar Daerah

Geliat keroncong di berbagai daerah di Indonesia semakin hari semakin ramai. Dan, keterlibatan dalam keroncong tidak semata urusan pemusik dan penyanyi keroncong semata. Untuk Jakarta, setidaknya Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat pada tanggal 24 s/d 26 Mei 2012 menyelenggarakan Festival Penyanyi Keroncong se Jawa-Bali dan Sumatera bertempat di Balai Latihan Kesenian Jakarta Barat Jalan Rama Raya, Komplek Persada Sayang, Rawa Buaya, Cengkareng. Festival tersebut diselenggarakan untuk kategori Umum dan kategori Siswa SMA/ sederajat. Menurut Lilis, salah satu panitia acara, penyelenggaraan festival ini sebagai langkah untuk menjaring bakat-bakat baru di bidang keroncong.

Disampaikan oleh Tri Sulistyowati, SH,MH yabng akrab dipanggil Lilis selaku Koordinator Acara, Penyelenggaraan festival keroncong untuk Memperingati 104 Tahun Kebangkitan Nasional dan 14 Tahun Reformasi. Setidaknya ada 4 (empat tujuan) dalam penyelenggaraan festival, seperti dilansir oleh Panitia, yakni : 1) Menggelorakan atau memupuk jiwa dan semangat nasionalisme serta cinta tanah air di kalangan generasi muda dan masyarakat pada umumnya dalam rangka membangun karakter bangsa melalui penghayatan lagu-lagu keroncong bertema perjuangan dan cinta tanah air; 2) Menyalurkan potensi/ bakat seni suara bagi pecinta keroncong; 3) Melestarikan lagu-lagu keroncong di khasanah seni musik nasional sebagai salah satu seni budaya Indonesia; dan 4) Mewujudkan partisipasi Universitas Trisakti dalam memajukan kebudayaan Nasional.

Masih di sekitar Jakarta, sekumpulan pegiat keroncong dari berbagai wilayah bertemu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk untuk saling menyaksikan pertunjukan antar insan keroncong. Setidaknya perutusan dari berbagai group keroncong hadir, semisal personel dari Sanggar Kemala Puspita (Bogor), de Temasik (Singapore), Tasikmalaya, Lampung, Bandung dan Jakarta sendiri. Semangat “Keroncong Harus Tetap Abadi Dan Selalu Exist” menjadi dasar bagi para pegiat ini bertemu dan saling belajar.

Di Demak, Jawa Tengah, Komunitas Pecinta Keroncong (KPK) Demak rutin menyelenggarakan Pagelaran Keroncong Akhir Bulanan. Dan pada bulan Mei didukung oleh OK Gita Citra Alam dan Hotel Citra Alam menggelar acara “Keroncongan Bersama” dengan menghadirkan OK Harmoni dari Semarang.

Di Semarang, “Festival Semarang Gayeng Tenan” menampilkan Congrock 17 yang feat Tata Zaneta dan Acha Paramita. Festival itu sendiri merupakan acara rutin Kota Semarang dalam menyemarakkan kegiatan kesenian.

Marco Marnadi, pimpinan Congrock 17 yang sekaligus juga pegiat Dewan Kesenian Semarang mencoba memberikan warna yang lebih hidup bagi geliat keroncong di Indonesia pada umumnya.

Kartini Keroncong dan Kaum Muda Berkeroncong

Secara khusus, pada bulan tanggal 21 April 2011 bersamaan dengan ulang tahun OK ISAKUIKI, Cilacap menyelengarakan “Tjilatjap Kerontjongan Maning” bertempat di Alun-alun Cilacap. Terlibat dalam acara tersebut adalah OK Nadya Dewi (Purbalingga), OK Gema Kencana (Banyumas), OK Cahaya Muda (Cilacap), OK Tunas Wiku (Cilacap), OK Irama Abadi (Kroya) dan OK ISAKUIKI sebagai tuan rumah.

Pementasan OK Nadya Dewi dalam acara tersebut, setidaknya member warna tersendiri. Sebagai group keroncong dengan personel yang seluruhnya perempuan menegaskan tegaknya emansipasi dalam dunia kesenian. Meski dalam hal ini, regenerasi perlu mendapat perhatian.

Dalam konteks regenerasi serta pendidikan keroncong, Radio Lita FM Bandung bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Seni Musik Universitas Pendidikan Indonesia Bandung dan LAPIS LEGIT Orkes Keroncong UPI Bandung.dengan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Bandung menyelenggarakan “Workshop Berkeroncong Bagi Krontjongers Moeda Bandoeng”. Workshop ini didukung oleh DPP HAMKRI, Krontjong Toegoe Djakarta, OK.Pesona Jiwa Jakarta, OK. Batavia Mood Jakarta, Oxygen Keroncong Entertainer Bandung, KTN Bandung.

Sebagai narasumbar dalam workshop tersebut adalah Ages Dwiharso (OK Batavia Mood) dan Koko Thole (OK Pesona Jiwa). Materi yang dibahas dalam workshop ini adalah bagaimana menghidupkan keroncong pada saat ini. Sehingga salah satu materi yang disampaikan cukup teknis tentang teori music keroncong.

Disamping itu, menyikapi keroncong di era sekarang. “Apa yang mau kita lakukan dengan keroncong, karena keroncong bisa menyelamatkan Indonesia,”seperti disampaikan oleh Partho DJ, selaku Penyelenggara. Peserta yang seluruhnya adalah anak muda, tertantang dengan sapaan tersebut, menjalani workshop hingga usai.

(mboets : diolah dari berbagai sumber)

Categories: Uncategorized | Leave a comment

for you girls !

By cevalavenjaarahita on October 6, 2012

hey you girls , pasti temen-temen cewe pada rajin merawat dan memperhatikan badannya dibandingkan dengan temen-temen cowo ? iya kan ? merawat tubuh itu penting bagi para ladies , baik yang tua maupun remaja seperti kita-kita ;) nah , postingan saya kali ini membahas tentang segala hal yang berkaitan dengan spa . dan kebetulan mama saya berbisnis home spa dengan merk ” LA’VENJA HOME SPA” ya memang nama itu diambil dari nama panjang saya hehe ..

di home spa ini , selain menawarkan berbagai macam jasa relaxasi , juga menawarkan alat-alat maupun bahan-bahan untuk spa diantaranya adalah lulur badan , lulur mandi , ear candle , rempah mandi , body butter , ratus rebus , ratus v , teh daun jati cina , teh daun jati belanda , aromatherapi , sabun mandi , sabun rempah dan masih banyak yang lainnya juga loh

berikut ini ada contoh label dari barang-barang untuk spa :

itu adalah sedikit gambar dari label la’venja home spa . seelain mudah digunakan dirumah , produk-produk spa tersebut  juga banyak manfaatnya bagi tubuh diantaranya bisa dijadikan sebagai bahan refleksi , mengembalikan kondisi tubuh , mempercantik diri dan masih banyak manfaat lainnya . home spa ini juga bisa menjadi peluang bisnis , kita bisa menjualnya secara eceran . bisa dijual di mobil-mobil dan produk spa inisudah bersertifikasi dari bpom maupun dinas kesehatan . jika temn-temen berminat sebagai reseller bisa menghubungi saya hehe .. #creativethinking #MBTI

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.